• Jelajahi

    Copyright © KICAU NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    BEDA PARTAI BEDA PANDANGAN POLITIK, ADA APA?? Ahoi! RICO WAAS BALAS SINDAIRAN BOBBY, INI KATANYA...

    ADMINISTRASI
    Minggu, 17 Mei 2026, Mei 17, 2026 WIB Last Updated 2026-05-17T15:52:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    BEDA PARTAI BEDA PANDANGAN POLITIK, ADA APA?? Ahoi! RICO WAAS BALAS SINDAIRAN BOBBY, INI KATANYA...
     


    Medan, 17 Mei 2026 – Isu kepergian Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas ke luar negeri menjadi sorotan tajam dan memicu perdebatan panas di kalangan pejabat daerah. Perselisihan ini makin menonjolkan dinamika politik yang terjadi, mengingat kedua tokoh ini berasal dari latar belakang dan dukungan partai yang berbeda, sehingga perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu hal menjadi hal yang tak terelakkan.
     



    Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sebelumnya telah memberikan pernyataan keras yang terasa seperti sindiran tajam, menuding Rico pergi tanpa izin dan menduga tujuannya hanya berlibur. Menanggapi hal itu, Rico Waas pun angkat bicara dan memberikan penjelasan lengkap sekaligus pembelaan diri, menegaskan bahwa langkah yang diambilnya sudah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.
     



    RICO WAAS: SUDAH LAPOR KE KEMENDAGRI, TIDAK PAKAI UANG NEGARA
     


    Lewat sambungan telepon seluler pada Minggu (17/5), Rico Waas membenarkan dirinya sedang berada di luar negeri. Namun ia menegaskan, kepergiannya bukan tanpa alasan maupun pemberitahuan, melainkan murni untuk kepentingan pengobatan yang sudah lama direncanakan.
     



    “Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya belum dapat. Kebetulan ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut,” tegas Rico, politisi muda dari Partai NasDem itu.
     
    Salah satu poin paling penting yang ditekankannya adalah masalah pembiayaan. Ia membantah keras dugaan bahwa ia menggunakan uang rakyat atau anggaran daerah untuk perjalanannya. Semua biaya, katanya, dikeluarkan dari kantong pribadi.
     
    “Ya, saya tidak menggunakan APBD dalam perjalanan ini, dan murni menggunakan dana pribadi. Saya berangkat khusus untuk berobat sekaligus mengambil obat-obatan yang sudah habis saya konsumsi. Saya mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dalam hal ini,” ujarnya menjelaskan secara rinci.
     
    Rico juga menegaskan, meski berada di luar negeri, tanggung jawabnya sebagai pemimpin Kota Medan tidak lepas begitu saja. Ia mengaku tetap memantau segala perkembangan di ibu kota provinsi ini dan sudah memberikan instruksi ketat kepada jajarannya.
     
    “Selama berobat, setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan. Saya sudah meminta kepada para pimpinan OPD, camat, lurah, hingga Kepala Lingkungan, untuk terus berkomunikasi, berkoordinasi, dan memantau wilayah masing-masing. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
     
    Ia juga menegaskan komitmen Pemko Medan untuk mendukung kebijakan pusat. “Kami sangat mendukung semua program strategis nasional. Kami sadar butuh sinergi kuat antara pemda dan pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
     
    AWAL MULA: SINDIRAN BOBBY NASUTION, DARI LUAR KOTA JADI LUAR NEGERI
     
    Sebelum Rico memberikan klarifikasi, Gubernur Sumut Bobby Nasution lebih dulu buka suara usai mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Koperasi Merah Putih secara daring, Sabtu (16/5). Saat itulah Bobby mengungkapkan informasi yang ia terima, yang awalnya berbeda dengan fakta yang ada.
     
    “Katanya ke luar kota, tapi setelah dicek ternyata ke luar negeri,” kata Bobby, seolah mempertanyakan ketidaksesuaian informasi yang beredar.
     
    Bobby mengaku belum mengetahui pasti ke negara mana Rico pergi, namun dugaan yang berkembang di telinganya menyebutkan bahwa tujuan kepergian tersebut adalah untuk berlibur, bukan urusan dinas maupun pengobatan. Hal ini, menurut Bobby, sangat bertentangan dengan pesan tegas yang baru saja disampaikan Presiden.
     
    “Pak Presiden tadi sudah menyampaikan arahan sangat jelas: tidak boleh ke luar negeri tanpa izin, walaupun tujuannya liburan. Itu pesan tegas yang harus dipatuhi seluruh pejabat negara,” tandas Bobby.
     
    Karena dianggap melanggar arahan tersebut, Bobby menegaskan akan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi. “Nanti hal ini akan dikoordinasikan dan dibicarakan langsung dengan Kementerian Dalam Negeri untuk langkah selanjutnya,” pungkas Bobby saat itu.
     
    BEDA PARTAI, BEDA PANDANGAN: DI BALIK PERSELISIHAN INI
     
    Pertarungan argumen antara Bobby Nasution dan Rico Waas ini kembali menegaskan satu fenomena politik yang sudah lama dikenal: “Beda Partai, Beda Pandangan Politik”.
     
    Bobby Nasution yang berada di bawah bendera Partai Gerindra, memiliki pola pandang dan cara kerja yang sejalan dengan kebijakan besar partai dan pemerintah pusat. Sebagai Gubernur, ia memegang kendali pengawasan atas kinerja seluruh kepala daerah di Sumut, termasuk Wali Kota Medan. Ketatnya penerapan aturan dan kepatuhan terhadap instruksi pusat menjadi sorotan utamanya.
     
    Sementara itu, Rico Waas yang merupakan kader muda Partai NasDem, dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang lebih luwes namun tegas dalam menegaskan kewenangan dan haknya sebagai kepala daerah yang dipilih langsung rakyat. Bagi Rico, langkah yang diambilnya sudah memenuhi syarat administrasi: ada tujuan jelas, ada laporan ke kementerian terkait, dan tidak merugikan keuangan daerah.
     
    Perbedaan latar belakang politik ini membuat cara pandang keduanya terhadap satu peristiwa menjadi sangat kontras. Di mata Bobby, kepergian itu terlihat sebagai pelanggaran aturan administrasi. Di sisi Rico, langkah itu adalah hak pribadi yang sudah dilaporkan dan tidak mengganggu tugas pokoknya.
     
    Situasi ini makin menarik karena keduanya merupakan dua kekuatan besar yang bersaing pengaruhnya di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Perselisihan ini bukan sekadar soal izin ke luar negeri, melainkan pertarungan penafsiran aturan dan batas kewenangan yang dibalut dengan kepentingan politik masing-masing kubu.
     
    Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil koordinasi antara Pemprovsu dengan Kemendagri, serta respon lanjutan dari kedua belah pihak. Yang jelas, isu ini menjadi bukti nyata bahwa dinamika politik di Sumut masih sangat panas, dan setiap langkah pejabat publik kini diawasi dengan sangat ketat—terutama saat beda pandangan politik mulai berbicara.
     
    Perkembangan kasus ini akan terus kami pantau untuk memberikan informasi paling akurat kepada masyarakat.(tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +